Tidak sedikit kita temui, orang yang sulit diminta bantuan, orang pintar tapi pelit ilmu, orang kaya sulit berbagi, ada juga yang acuh kurang perhatian, individualistis, tertawa di atas penderitaan orang lain, hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan dan peduli terhadap orang lain, sulit menyapa atau mengucapkan salam, tidak mau membantu kesulitan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Apabila perbuatan-perbuatan itu melekat pada diri kita, maka sesungguhnya tujuan hidup kita sudah menyimpang dari tujuan Allah SWT dan Rasul-Nya menciptakan manusia. Manusia diciptakan Allah SWT semata-mata hanya untuk beribadah kepada-Nya, salah satu bentuk ibadah yang diminta Allah SWT adalah tolong menolong terhadap sesama, bergaul dan saling mengenal satu sama lain.
Mari kita jabarkan, orang yang pelit ilmu tentu akan dijauhi, ilmunya tidak bermanfaat dan berkah. Orang yang tidak suka membantu orang lain akan sulit mendapatkan bantuan, orang yang egois dijamin tidak ada orang yang mau menjadikanya teman, sulit menyapa dan mengucapkan salam mengakibatkan keengganan orang lain untuk memulai sapaan dan mengucapkan salam kepadanya karena itu merupakan cerminan kesobombongan seseorang terhadap dirinya.
Rasulullah SAW bersabada : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Berdasarkan hadist tersebut, manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain, selalu siap jika dibutuhkan, selalu membantu setiap kesulitan orang-orang yang berada di sekitarnya tanpa meminta imbalan, ikhlas dalam mengerjakannya semata-mata hanya menjalankan hadist Nabi.
Apapun itu, jika anda seorang pelajar, bantulah teman-temannya di kelas yang kesulitan belajar, sulit memahami materi pelajaran tanpa pandang bulu, teman yang baik maupun yang pernah menyakiti, teman yang suka memberi atau pun yang selalu memberi hinaan, yang kaya maupun yang tak punya. Jawablah pertanyaan mereka dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Jika anda karyawan, bantulah rekan kerja yang menemui permasalahan, baik masalah pekerjaan, motor atau laptopnya yang rusak, tidak punya uang untuk ongkos pulang, atau yang lainnya. Sekecil apapun bantuan, akan sangat besar pengaruh dan manfaatkan untuk orang lain.
Apapun yang menjadi kelebihan kita, manfaatkanlah selalu untuk membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahannya, apapun itu, baik kelebihan ilmu, harta, tenaga, atau waktu.
Betapa senangnya hati seseorang jika masalahnya bisa kita selesaikan, hati terasa plong, akan muncul semangat hidup yang membara, dan tentu kita akan mendapat tempat di hatinya, boleh jadi dijadikan teman dekat, dan ujung-ujungnya pasti mereka akan menawarkan diri jika kita mendapatkan kesulitan di kemudian hari.
Orang akan menilai kita sebagai orang baik yang suka menolong, kepergiannya pun akan disesalkan, keberadannya tentu akan didambakan, itulah sebaik-baik manusia. Itulah manfaat yang akan didapatkan bagi orang yang suka menolong dan membantu orang lain, sesuai firman Allah SWT : “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).
Mulai saat ini, jauhkan egoisme diri, hidup individualis, berikan perhatian dan bantuan penuh terhadap mereka yang membutuhkan, itulah tugas kita sebagai makluk sosial yang harus saling membantu. Tidak ada manusia yang sempurna, marilah kita wujudkan kesempurnaan diri dengan berusaha membantu orang lain menuju kesempurnaanya. Wassalam

Belum ada tanggapan untuk "Jadilah Manusia yang paling Bermanfaat"
Posting Komentar