Sewaktu kita duduk di bangku TK pasti sering ditanya, “apa cita-citamu kalo sudah besar nanti?” dan kebanyakan dari anak-anak spontan menjawab, ada yang mau jadi dokter, polisi, tentara, presiden dan lain sebagainya.
Tapi kalo kita tengok lebih jauh, jawaban mereka hanya sebatas jawaban tanpa ada usaha untuk mencapai cita-citanya, …ya namanya juga anak TK, wajarlah belum berpikir dewasa. Nah berbeda dengan para remaja SMA, kalo ditanya cita-cita pasti sudah punya jawaban juga, cuma jangan sampai jawaban tadi sama dengan anak TK, para remaja harus lebih tinggi cara berpikirnya, bukan hanya menjawab tapi memikirkan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Kalo cita-citanya mau jadi dokter, tentu harus berpikir apa saja sebab-sebab supaya bisa menjadi dokter. Seperti : Belajar yang rajin, supaya ilmu IPA yang dikuasai sebanyak banyak. Mengusahan supaya nilai raportnya di atas 80, belajar menjawab soal-soal SBMPTN (soal tes masuk perguruan tinggi), atau mengikuti les di bimbingan belajar, bisa juga les privat kepada guru yang profesional dan berpengalaman. Itulah salah satu langkah kita sebagai upaya untuk meraih cita-cita sebagai seorang dokter. Walaupun disisi lain orang tua harus punya modal yang cukup besar, tapi insyaAllah ketika keinginan kita kuat pasti ada jalan, “Allah SWT bersama orang yang sabar dan mengerjakan sholat”.
Manusia tanpa rencana, sama saja merencanakan kegagalan di masa depan, itulah kenyataan yang akan dialami. Oleh karena itu menjadi sangat penting, selain merencanakan masa depan, para remaja juga harus memikirkan langkah-langkah sebagi jalan yang harus ditempuh untuk meraih cita-citanya.
“Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan jadikan hari esok lebih baik dari hari ini”. Jika kata-kata itu tertanam dalan hati, maka kita akan selalu bergerak dan berfikir supaya kualitas diri semakin meningkat setiap harinya, dengan belajar dan terus belajar. Karena sebetulnya dua keuntungan besar akan diraih, yang pertama tentu mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT, sebagaimana diketahui bersama sabda nabi SAW, “Menuntut ilmu kewajiban atas setiap muslim”. Kedua, mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kesuksesan diri, keluarga dan orang lain.
Pastinya, orang berilmu dihadapan Allah SWT lebih tinggi derajatnya beberapa tingkat, dihargai oleh masyarakat, dicintai orang tua. Tentunya kami sebagai guru akan bangga dan senang tak terkira melihat anak didiknya berhasil, sukses menjadi anak yang sholeh, berilmu dan berakhlak mulia.
Tapi, rencana bukan hanya milik para pemuda, para orang tua yang masih punya cita-cita dan keinginan yang belum dicapai masih bisa diupayakan. Tidak ada kata terlambat, selama Allah SWT masih memberi umur, maka sesungguhnya disitulah kesempatan bisa dimanfaatkan.
Pesan terakhir, mudah-mudahan kita semua bukan termasuk orang-orang yang merugi sebgaimana disampaikan dalam firman-Nya surat Al-‘Asr, “Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan kabajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran”. Wassalam

Belum ada tanggapan untuk "Rencanakan Masa Depanmu"
Posting Komentar